Kunjungan Mahasiswa KKN Unnes di Desa Wisata Branjang

Kunjungan Mahasiswa KKN Unnes di Desa Wisata Branjang

Desa Wisata Branjang kembali menjadi tujuan kunjungan edukasi, kali ini dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Rombongan mahasiswa yang ditandai dengan rompi bertuliskan UNNES ini datang langsung ke lapangan untuk mengenal lebih dekat potensi desa, mulai dari kegiatan budidaya lebah klanceng hingga kerajinan resin dan kayu khas warga setempat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tapi juga pembelajaran langsung terhadap potensi ekonomi dan budaya yang ada di Desa Wisata Branjang.

Mahasiswa KKN Unnes belajar budidaya lebah klanceng di Desa Wisata Branjang

Belajar Budidaya Lebah Klanceng dan Madu Klanceng

Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah observasi budidaya lebah klanceng, jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu klanceng dengan cita rasa khas asam-manis. Para mahasiswa diajak melihat langsung kotak sarang lebah dan mengamati struktur sarangnya, mulai dari bagian yang berisi larva hingga bagian yang sudah terisi propolis dan madu klanceng. Warga setempat yang menjadi pengelola budidaya ini menjelaskan proses pemeliharaan, cara panen madu klanceng, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga koloni tetap sehat.

Sarang lebah klanceng dan madu klanceng di Desa Wisata Branjang

Sesi ini berlangsung interaktif, mahasiswa terlihat antusias mendokumentasikan setiap tahapan sambil sesekali bertanya langsung kepada pengelola. Pengalaman semacam ini memberi gambaran nyata bagaimana budidaya madu klanceng bisa menjadi salah satu sumber penghasilan sekaligus daya tarik wisata edukasi di Desa Wisata Branjang.

Mengenal Kerajinan Resin dan Kayu Khas Branjang

Selain budidaya lebah klanceng, rombongan mahasiswa juga diajak mengunjungi tempat produksi kerajinan resin dan kayu milik warga. Di lokasi ini, mahasiswa melihat langsung proses pembuatan gantungan kunci dan suvenir berbahan kayu yang dipadukan dengan resin warna biru bermotif pulau, karya khas yang menjadi salah satu produk unggulan desa.

Kerajinan resin dan kayu khas Desa Wisata Branjang

Pengrajin setempat memaparkan tahapan produksi mulai dari pemotongan kayu, pencetakan resin, hingga proses finishing, sambil menjawab pertanyaan seputar teknik dan pemasaran produk. Kunjungan ke sentra kerajinan resin dan kayu ini menambah wawasan mahasiswa tentang bagaimana kreativitas warga desa bisa diolah menjadi produk bernilai jual dan memperkuat identitas Desa Wisata Branjang.

Wisata Edukasi yang Terbuka untuk Berbagai Kalangan

Kunjungan mahasiswa KKN Unnes ini menjadi bukti bahwa Desa Wisata Branjang bukan hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga pengalaman belajar yang aplikatif, mulai dari budidaya madu klanceng hingga kerajinan resin dan kayu. Program semacam ini terbuka bagi kelompok mahasiswa, pelajar, maupun komunitas lain yang ingin belajar langsung dari praktik warga desa.

Bagi kampus atau institusi lain yang tertarik mengadakan kunjungan edukasi serupa, Desa Wisata Branjang siap menyambut dengan berbagai paket kunjungan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan program.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Artikel Terbaru